Karakteristik Tafsir al-Qur’an di Indonesia Awal Abad ke-21 Abstrak Indonesia dengan segudang kitab tafsir yang eksis di dalamnya, membuka ruang kajian tersendiri bagi para pengkaji tafsir, baik lokal Indonesia maupun internasional. Kajian yang dilakukan begitu beragam, dan salah satu yang umum Penulis menyimak d ata-data tertulis yang terdapat di dalam kitab tafsir Marāḥ Labīd dan mencatat data-data yang relevan dalam tulisan ini. Adapun dalam proses analisis data, penulis mengetahui orientasi tafsir pada kitab Ad-Durru Al-M antsur fi Tafsir Al-Ma’tsur karya As-Suyuthi de ngan melihat tsaq afah dan tujuan As - Suyuthi dalam menuli s kitab ini. Di antara pe Tafsir Alquran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam, sesuai dengan tinjauannya masing-masing. Tafsir ditinjau dari sisi pengetahuan manusia tentang tafsir. ( معرفة الناس له). Tafsir ditinjau dari sisi cara untuk menghasilkan tafsir. (طريق الوصول إليه). Tafsir ditinjau dari sisi metode dalam menafsirkan Alquran. Macam-Macam Tafsir. Illustrasi Tafsir. Foto: Adobe Stock. 1. Tafsir bil Ma’tsur/Tafsir Riwayah. Ini adalah metode menafsirkan Alquran dengan Alquran, hadits, atau perkataan para sahabat. Alasannya, para sahabat mendengar penjelasan langsung dari Rasulullah SAW dan merupakan saksi atas turunnya ayat-ayat Alquran. Masih dalam jilid yang sama, Latar belakang penyusunan kitab dikemukakan pengantar kitab tafsir al– ini karena Said Hawa ingin Asas ( Muqaddimah al-Asas Fi al- menyumbangkan pemikirannya yang Tafsir) yang memberikan penjelasan ketika dia berada dalam penjara karena tentang karakteristik kitab tafsir ini menentang penetapan undang-undang serta Tafsir Ibnu Katsir, yang merupakan salah satu kitab tafsir al-Qur’an terbaik. Kenapa terbaik? Terbaik dikarenakan di dalamnya Ibnu Katsir tidak mendahulukan logika untuk menafsirkan al-Qur’an, akan tetapi mendahulukan untuk menafsirkan ayat dengan ayat, lalu ayat dengan hadits, lalu ayat dengan tafsiran para sahabat, dan itu adalah metode terbaik untuk menafsirkan al-Qur’an. Menariknya, pakar tafsir al-Qur'an di lndonesia, M. Quraish Shihab, pernah melontarkan kritik di hadapan para mahasiswa al-Azhar bahwa dari muatan tafsir dalam silabi di perguruan tinggi lslam di Pertama, tafsir karya Al Tsa’laby Al Naisabury Al Syafi’i yang berjudul asli Al Kasyf wa Al Bayaan fii Tafsiir Al Qur’aan. Kedua, tafsir Al Tsa’laby karya Al Tsa’laby Al Maghribi Al Maliki yang berjudul asli Al Jawaahir Al Hisaan fii Tafsiir Al Qur’an. Yang pertama ulama abad ke 5 H, sedangkan yang kedua abad ke 9 H. Pada artikel Abstract. Tulisan ini akan mengelaborasi tentang penafsiran-penafsiran al-Zamakhsyari tentang teologi dalam tafsir al-kasysyaf. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research 9mo2k9H.