REPUBLIKACO.ID, JAKARTA -- Pendakwah Ustadz Yusuf Mansur meminta masyarakat Muslim di Indonesia tetap berpikir positif ketika menghadapi pandemi virus corona SARS-CoV2 (Covid-19). Allah SWT 'memasak' semua potensi yang dimiliki hambaNya dalam menghadapi virus ini dan kemudian membuatnya lebih baik. Inilah10 Amalan Jika Di Amalkan Selama 40 Hari, Insha Allah Hidupmu Kaya Dan Rezekimu Melimpah Uztadz Yusuf Mansur mengatakan bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin selama kita berusaha. Demikian juga keinginan menjadi orang ka AllahuRobbunaa Laa nusyriku bihii syai-aa.. الله الله ربنا لا نشرك به شيئا Dibaca sebanyak-banyaknya. Buat kesusahan pribadi, keluarga, perusahaan, lembaga, kampung, kota, bangsa, negara. BeliProduk Yusuf Mansur Allah Maha Berkualitas Dengan Harga Murah dari Berbagai Pelapak di Indonesia. Tersedia Gratis Ongkir Pengiriman Sampai di Hari yang Sama. REPUBLIKACO.ID, TANGERANG -- Pimpinan Daarul Quran Ustaz Yusuf Mansur menilai, Konflik yang terjadi hari ini karena umat Islam kurang dekat dengan Alquran. Padahal dekat dengan Alquran menghindarkan umat Islam dari segala macam konflik dan musibah. 'Tenangkan diri dengan Alquran, sering tadabur Alquran, sering baca Alquran, insya Allah konflik Zikirpenyingkir kesulitan, kesusahan, kegelisahan, kekhawatiran, kepusingan, keresahan. Sekaligus zikir yang bisa menghilangkan beban, hutang, beban hati beban pikiran. Serta sangat baik sekali buat bantu kawan-kawan Doa Iftitah Selanjutnya tarik nafas kembali perlahan lahan hingga memenuhi ruang paru paru, hembuskan perlahan lahan sambil membaca do’a iftitah: ” Allahu Akbar kabiraw walhamdulilaahi katsiiro,wa subhanallahi bukhrataw wa ashiila .Allah maha besar yang maha sempurna kebesarannya, segala punji bagi Allah sebanyak banyaknya, dan maha suci RangkaianPesta Wirausaha TDA (Tangan Di Atas) 2012 di Gedung Smesco Jakarta kemarin ditutup dengan manis. Setelah dua hari penuh panggung seminar dii Bacajuga: Baca Dzikir Asmaul Husna untuk Putra Ridwan Kamil, Ary Ginanjar: Aa Eril Tidak Hilang tapi Dipeluk Allah. Menurut ulama pendiri Majelis Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, Habib Munzir bin Fuad al Musawa (1972–2013), ada lebih dari tujuh kelompok orang yang mati syahid sebagaimana disebut Imam An-Nawawi dalam Syarh Nawawi ala Inidia alasan kenapa ustaz Yusuf Mansyur menulis buku. Buku berjudul 'Allah Dulu Allah Lagi Allah terus' dibedah langsung oleh sang penulisnya pada acara pameran buku Republika di halaman kantor Republika di Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Ahad (22/6). AuL2fu. Asmaul Husna merupakan makna, doa-doa, fadhilah, dan hikmah dari nama-nama Allah yang bagus, nama Allah yang hebat, nama Allah yang mulia, nama Allah yang sangat berpengaruh dalam hidup dan kehidupan anak manusia. Izin Allah SWT mari kita mengandalkan sekali Asmaul Husna ketika saya tidak sabaran karena semuanya ingin cepat-cepat. Seperti tidak sabar menunggu hasil, tidak sabar menghadapi orang, tidak sabar menghadapi masalah, tidak sabar menghadapi kesulitan, tidak sabar ketika mendapat penderitaan, cacian, makian, bullyan, hinaan, laporan ini, laporan itu. Ketika hati sedang diliputi rasa amarah atau rasa tidak suka terhadap orang tidak punya keridhoan terhadap kehidupan ini, tidak tahu harus bagaimana hanya ada rasa sewot, tidak mood/bad mood, hari-hari dilalui dengan gerah/emosi, tidak sabar menahan maksiat, tidak sabar menahan dosa, tidak sabar menahan keburukan, di saat seperti ini lah saya memanggil nama-Nya. Ketika kita sedang digoda, diliputi, diganggu, diselimuti hawa nafsu, ingin berbuat dosa, ingin berbuat maksiat, hal ini rasanya hati kita seperti meledak-ledak, meletup-letup dan sangat menggoda sekali. Pada saat-saat seperti itu saya memanggil nama-Nya “Ya Allah Ya Shoburu” sambil menarik napas dan embuskan sebut nama-Nya “Ya Allah Ya Shoburu” Dia lah Allah yang Maha Sabar, yang Maha Penyabar, jika kita mendapat tetesan kesabaran-Nya, InsyaAllah adem, tenang, cool, rileks, kalem, dunia seperti normal lagi. Kita ada rasa-rasa sebal sekali dengan siapa saja seperti istri kepada suami, suami kepada istri, anak kepada orang tua, orang tua kepada anak, paman-bibi kepada ponakannya, ponakan kepada paman-bibinya, kakek-nenek kepada cucunya, cucu kepada kakek-neneknya, tetangga dengan tetangga, saudara dengan saudara, kerabat dengan kerabatnya, majikan dengan bawahannya, atasannya dengan bawahannya, pimpinan dengan bawahannya, direksi-komisaris dengan staf-stafnya dan lain sebagainya. Jika keadaan seperti ini kita kehilangan kesabaran pasti kita lagi di kasir dengan antrean panjang di mana keranjang-keranjang orang penuh-penuh semua, ini kalau kita hilang kesabaran bisa putus sel-sel. Hanya antre satu jam, kita bisa kehilangan umur satu tahun gara-gara kita antre tapi sambil ngedumel, mengeluh. Ketika kita tidak bisa menikmati bisa belanja, tidak bisa menikmati jika kita sehat, tidak bisa menikmati ruang ber-ac, tidak bisa menikmati sayur dan buah-buahan yang kita beli atau masih di rak, tidak bisa menikmati nyanyian seorang anak kecil bersama ibunya, tidak bisa menikmati melihat bayi yang lagi digendong sama ibunya, tidak bisa menikmati melihat seorang anak di pangkuan bapaknya, tidak bisa menikmati senyuman karyawan-karyawati di supermarket besar yang kita datangi, hal-hal tersebut membuat kita kehilangan kesabaran dan kenikmatan kita, maka cukup “Ya Shobur...Ya Shobur...Ya Shobur”. Kita panggil nama-Nya, kita sebut pondasi Al Asmaul Husna ini memang sangat menarik. Seperti saya bilang tadi, ketika saya atas izin Allah mendapatkan di jalanan macet, dalam suasana seperti itu tidak muncul marah-marahnya, tidak muncul senewennya padahal di kejar waktu, deadline, harus ketemu orang penting juga, ada agenda penting juga. Dalam hal seperti itu kita tidak timbul kerisauan tidak timbul kegelisahan. Kenapa? Karena yang kita panggil adalah Allah Ashobur. Hal ini merupakan contoh bagaiman kita bekerja dengan Al Asmaul naik pesawat ternyata delay, sudah di atas pesawat juga delay, turun lagi kadang-kadang juga delay. Seperti ini terkadang bisa membuat kita maki-maki tidak karuan, kita tidak melihat dan sadar untuk merasakan hal yang lain seperti kita sudah bisa naik pesawat, bisa sampai ke bandara, bahkan bisa memiliki kesahatan. Hal itu karena kita kehilangan kesabaran, kita kehilangan akal kita, kehilangan pikiran kita, kehilangan ketenangan kita, kehilangan ketentraman batin, kehilangan keindahan rukhiyah, padahal jikalau kita bersyukur kita akan merasakan kenikmatan yang telah Allah panggil Ashobur lalu meneteslah keshouran-Nya kepada kita kemudian kita bisa memiliki keridhoan, kita bisa bersyukur kepada Allah. Maka hati kita akan merasa tidak apa-apa pesawat masih berputar di atas langit ini, yang penting Engkau masih menjaga dan jangan sampai pesawat ini tidak bisa landing, kemudian kita berucap juga terima kasih Ya Allah sudah menjaga sampai menit ini, dan kita panggil Ya Allah Ya Shobur...Ya Allah Ya Shobur...Ya Allah Ya Shobur....